CINTA ITU ALAMI KOK
Dari dua sudut pandang Islam dan psikologi, menjadi penguat argumen bahwa mencintai itu wajar. Saat deg-degan melihat sosok cewek atau cowok yang anda cintai pun juga merupakan hal yang wajar.
Rabu (16/8/2006) sebuah penelitian oleh Universitas London membuktikan ketika sedang jatuh cinta, bagian otak manusia yang mengontrol pikiran-pikiran kritis agak terganggu. Namun, ini tak hanya berlaku untuk cinta kepada kekasih, kecintaan ibu kepada anaknya juga bisa menghasilkan hal serupa. Penelitian ini melibatkan 20 orang yang diminta untuk memberikan pendapat soal orang yang dicintainya. Sebelumnya, mereka ditunjukkan foto orang tersebut. Perasaan jatuh cinta membuat aktivitas otak yang terkait dengan penilaian kritis menjadi terganggu. Aktivitas yang menimbulkan emosi-emosi negatif pun menjadi berkurang. Tak hanya itu saja, terjadi peningkatan aktivitas di bagian otak yang merespon terhadap reward atau hal-hal baik. Sedangkan bagian otak yang biasa membuat penilaian-penilaian negatif mengalami penurunan aktivitas.
Para responden itu seakan dibutakan oleh cinta mereka sehingga penilaian tentang pasangan mereka tak seobyektif biasanya. Penilaian terhadap orang yang dicintai lebih cenderung ke penilaian yang bersifat positif. Sedangkan hal-hal negatif atau kesalahan pasangan kerap terlewatkan oleh mereka.
BAGAIMANA ISLAM MEMANDANG TENTANG CINTA?
Islam memandang cinta sebagai sesuatu yang biasa dan sederhana. Islam adalah agama fitrah, sedang cinta itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh di antara hati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rosulullah menganjurkan agar cinta tersebut diutarakan.
"Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberitahu bahwa dia mencintainya." (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)
Seorang muslim dan muslimah tidak dilarang untuk saling mencintai. Mereka juga tidak dilarang untuk jatuh cinta. Hanya saja, Islam menyediakan penyaluran untuk itu melalui lembaga pernikahan. Hal ini menjadi sebuah tuntunan dalam menjalankan agama, bahwa ketika hamba Allah jatuh cinta hanyalah pernikahan solusinya.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar Ruum:21)
Ayat di atas merupakan jaminan bahwa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu karena Allah (setelah menikah). Allah akan menyemai benih rasa suka, rasa cinta kepada pria atau wanita yang menjadi pasangan hidup kita. Sejak awal mulal kita mengenalnya boleh jadi perasaan itu biasa-biasa saja. Namun, saat dia menjadi pasangan hidup kita, perasaan cinta itu semakin kuat. Jadi, tidaklah perlu menguji kedalaman cinta dengan pacaran bertahun-tahun dan berbulan-bulan karena mengenal seseorang bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat dari itu. Menghadirkan cinta di awal perkenalan juga sangatlah memungkinkan. Kita bisa berpegang pada apa yang kita sebut dengan cinta pada pandangan pertama. Bila saat melihat wajah dirinya ada sesuatu yang mengerakkan hati untuk menikahinya, maka itu sudah cukup menjadi bekal awal melakukan perjalanan cinta selanjutnya. Dengan begitu kita sudah mendapatkan benihnya, hanya tinggal disemai dan dipupuk secara seksama agar tumbuh subur di hati kita. Setelah itu mengenalnya lebih dalam bisa dilakukan dengan proses berbincang-bincang yang ditemani oleh orang ketiga.
Menurut Ibnul Qayyim, seorang ulama di abad ke-7, terdapat 6 peringkat cinta (maratibul mahabbah), yaitu:
1. Tatayyum
yang merupakan hak Allah semata. Allah-lah yang paling utama, tak ada tandingan tak ada bandingan. Alla yang pertama dan selalu akan menjadi yang pertama. Posisinya tidak boleh digeser menjadi nomor dua atau bahkan tiga.
"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (QS. AL Baqarah:165)
2. 'Isyk
yang merupakan hak Rosulullah. Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohnya, dan lain-lain. Namun bukan untuk menghambakan diri kepadanya.
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imron: 31)
3. Syauq
yaitu cinta antara mukmin dengan mukmin lainnya, antara suami istri, antara orang tua dan anak, yang menumbuhkan rasa mawaddah wa rahmah.
4. Shababah
yaitu cinta sesama muslim yang melahirkan ukhuwah islamiyah. Cinta ini menuntut sebuah kesabaran untuk menerima perbedaan dan melihatnya sebagai sebuah hikmah yang berharga. Cinta ini harus dimunculkan sebagai bentuk upaya untuk menciptakan kenyamanan hubungan dalam tubuh umat Islam.
5. 'Ithf (simpati)
yang ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati ini melahirkan kecenderungan untuk menyelamatkan manusia, termasuk pula di dalamnya adalah berdakwah.
6. Cinta yang paling rendah dan sederhana,
yaitu cinta atau keinginan kepada selain manusia: harta benda. Namun, keinginan ini sebatas intifa' (pendayagunaan/pemanfaatan).
Ada baiknya kita memperhatikan beberapa tanda yang menunjukkan kalau dia lagi naksir berat dengan kita:
1. Sering banget telepon dan sms
Seperti ungkapan, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba dia telepon atau sms.
2. Sering minta maaf
Dalam pembicaraan dia sering kali mengatakan kata maaf. Hal itu dilakukan karena dia begitu takut kalau kata-kata yang baru dia ucapkan ada yang menyinggung perasaan anda. Padahal anda belum mengatakan atau bereaksi apa-apa kalau itu salah. Dia selalu ingin tampil sebaik-baiknya di depan anda.
3. Mulai mencoba mengikuti kegemaran anda
Ketika menyukai seseorang tentu saja ingin bisa banyak bercakap-cakap dengannya. Untuk itu seringkali dirasa perlu untuk bisa tahu kegemaran orang yang disukainya itu sehingga bisa ada satu bahan pembicaraan.
4. Selalu menyapa duluan
Tiap bertemu langsung dia menyapa duluan, entah waktu itu anda tahu atau tidak kalau dia ada. Hal ini dilakukan karena dia begitu senang bertemu dengan anda dan ingin segera bercakap-cakap dengan anda.
5. Terlihat gembira sekali saat dekat anda
Setiap kali berada dekat atau sedang bercakap-cakap dengan anda, dia terlihat begitu gembira. Melihat anda datang saja, wajahnya terlihat begitu berseri-seri. Ini sebuah reaksi spontan yang otomatis akan terlihat kalau seseorang sedang berada di dekat orang yang disukainya.
6. Sering memberi hadiah
Hari ini bukan hari spesial anda, namun tiba-tiba dia memberi hadiah atau bisa juga memberikan makanan. Bukan hanya satu atau dua kali tapi sering sekali.
Cinta memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, cinta sebetulnya membutuhkan kematangan agar cinta dapat bermakna positif bagi kehidupan kita.
sumber: buku berjudul "Ya Allah, Aku Jatuh Cinta!" karya Burhan Sodiq
