Pages

Wednesday, October 12, 2011

Bedah Buku "Jalan Cinta Para Pejuang"

Resume Materi Kajian Muslimah II
Tema : Bedah Buku "Jalan Cinta Para Pejuang"
Pemateri : Sari Noviana
Pelaksanaan : Jumat, 7 Oktober 2011 di WA 114 Teknik Kelautan

Berbicara masalah cinta, tentu ini adalah suatu hal yang menarik, karena cinta merupakan fithrah yang diberikan Allah kepada setiap manusia. Namun tak semua orang menginterpretasikan cinta secara benar.

Jalan cinta para pejuang, cinta yang bagaimanakah yang harus diperjuangkan?

Cinta, ada yang menggunakannya dalam hal kebaikan tapi ada pula yang menggunakannya dalam kejahatan. Di awal mula bab di buku ini dikisahkan tentang kisah romantika Layla Majnun dan Romeo Juliet. Kedua cerita tampak sangat mengharu biru, namun sejatinya sama-sama membawa pesan moral yang salah. Kenapa? Karena cintanya mereka perjuangkan dengan cara yang salah.


Nah dunia kita saat ini terbolak-balik antara pemaknaan sesuatu secara benar atau salah. Ada dua hal yang melatarbelakanginya: hukum yang sedikit dan faktor kelekatan. Hukum yang sedikit, cerita-cerita seperti Layla Majnun atau Romeo Juliet itu bisa saja hanya disukai oleh segelintir orang, tapi orang yang segelintir itu bisa membawa pengaruh yang besar. Dari informasi yang mereka sampaikan dari mulut ke mulut akhirnya cerita itupun menjadi terkenal dan kita pun ikut terpengaruh untuk mengatakan bahwa cerita itu merupakan cerita yang bagus, menarik, dan sangat mengharukan. Sedangkan faktor kelekatan kita jumpai pada tokoh dan alur cerita yang dibawakan oleh sang penulis, kelekatan karakter.

Kemudian dalam buku ini dipaparkan juga mengenai 4 tahap mencintai dalam jalan cinta para pejuang, yaitu VISI, GAIRAH, NURANI dan DISIPLIN

Cinta itu sejatinya memberi, bukan meminta.

Seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para shahabat beliau. Salman, seorang pemuda asal Persia yang sedianya mau melamar seorang wanita Madinah ditemani oleh sahabatnya, Abu Darda' pun bisa berlapang hati saat kemudian jawaban dari ibu sang wanita (yang mewakili anaknya) begitu mengejutkan: "Maafkan kami atas keterusterangan ini. Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.” Dalam hal ini, Salman mengajarkan kita bahwa cinta tak harus memiliki.. tak juga harus bersama.

Dan labuhkanlah cintamu pada-Nya, karena Dialah sebaik-baik Cinta yang sejati, yang takkan pernah mengecewakan.

1 comment: