Pages

Monday, December 26, 2011

I love Jilbab

 
dengan berjilbab, aku lebih terjaga
dengan berjilbab, aku lebih cantik
dengan berjilbab, aku lebih nyaman...
bagaimana dengan anda?

jangan biarkan kisah perjalanan berjilbab anda hilang begitu saja!
jadikan kisah anda menjadi penginspirasi bagi yang lain dengan menuliskannya!
yuuk menulis!

ayoo nulisss...!!!
segera kirimkan tulisan anda ke email keputrianjmmi@gmail.com
ditunggu sampai 20 Januari 2012 ya,jangan ketinggalan...!!!

Tulisan-tulisan yang terpilih insyaALLAH akan kami sajikan dalam bentuk buku.
Isinya tentang kumpulan kisah inspiratif para perempuan yang sebelumnya tidak berjilbab kemudian
meyakinkan diri untuk terus berjilbab, bahkan menjadi muslimah yang berjilbab syar'i,

JILBAB SYAR'I:
-jilbab yang menutup dada,
-kain/pakaian menutupi aurat, tidak menerawang, tidak ketat, dan tidak menyerupai pria,

Inti dari kisah yang bisa diceritakan di antaranya:
a. kehidupan sebelum mendapat hidayah berjilbabb. awal tertarik ke jilbab
c. kisah yang mengajak siapa, dimana, atau kejadian apa
d. awal mulai berjilbab
e. kehidupan setelah mendapat hidayah untuk berjilbab, misal perasaan/kejadian seru saat berjilbab
f. pesan anda (penulis) untuk yang belum berjilbab. Kata2 inspiratif agar pembaca tergerak untuk ikut berjilbab.
g. dan lain sebagainya...

Insya Allah cerita anda akan sangat mengispirasi perempuan2 yang sebetulnya ingin berjilbab tetapi
mungkin kurang motivasi dan dukungan, serta bingung bagaimana dan kapan harus memulainya.
ayo menulis! ^^

Format Penulisan :
-tuliskan identitas diri (nama, NRP, nomor HP, dan judul cerita)
-font Comic Sans MS size 12 spasi 1.5
-margin 3,3,3,3 dan tulisan minimal 2 halaman A4

FREE !!!
ada hadiah menarik untuk penulis yang tulisannya terpilih

by : Keputrian JMMI dan LDJ se-ITS
CP : Meiyasa (085735735575)

IBU, aku padamu...

IBU, SEJUTA CINTA HANYA UNTUK ENGKAU

Nasihatmu..madu penyembuh luka..
Pabila bersamamu hilang dukaku..
Lewat…kusedari nilai cintamu..
Pabila kau tiada lagi disisiku…

22 desember 2011, saat semua orang berlomba – lomba untuk menunjukkan kasih pada ibundanya tercinta, merangkai kata – kata indah tuk dapat diucapkan kepadanya dalam alunan yang syahdu, sungguh teduh…menyejukkan qolbu…

Sunday, December 11, 2011

AKUSTIK (Ibnu Muqlah)

Waktu             : Jum’at, 7 Oktober 2011
Tempat            : T101
Pukul               : Pkl. 11.00 – 13.00 WITS
Deskripsi acara:
10 Rahasia Pribadi Yang Menjadi Anda Menarik :
1.      Jdilah manusia dengan akhlak mulia
2.      Tampakkan perhatian Anda kepada orang lain (QS. Ali-Imron : 159)
3.      Optimis
4.      Rendah hati kepada semua orang (QS. Al- Furqon : 63)
5.      Jangan mudah marah
6.      Senyum adalah perangkap hati
7.      Jangan lupa member hadiah
8.      Perahatikan penampilan Anda : Modis, Syar’i
9.      Kuasailah seni biacara
10.  Kuasailah seni mendengarkan dan memperjhatikan


Kode Etik Ikhwan dan Akhwat (KENA)
-          Menutup aurat
-          Ghadul Bashar (Menundukkan Pandangan)
-          Menghindari ikhtilat (bercampur baur)
-          Menghindari khalwat (berdua-duaan)

Tawazzun, DuniaQ OK!!!, AkhiratQ Yes!!! (Ibnu Muqlah)

Tema               : Tawazzun, DuniaQ OK!!!, AkhiratQ Yes!!!
Pembicara       :  Ibu Mardjillah S3 T.Elektro
Waktu             : Jum’at, 16 September 2011
Tempat            : T101
Pukul               : Pkl. 11.00 – 13.00 WITS
Deskripsi Acara :
- Manusia dan fitah ber-Islam (QS. Ar-Rum : 30)
- Jasmani  (QS. Ar-Rahman : 7-9)à  mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)

Muslimah Gaul, Cerdas, n' Syar'i (FORSIS)

Bismillah.........
Diskusi Kemuslimahan
Keputrian Forsis
Jum'at, 21 Oktober 2011
Jam 11.20-12.45

Materi: Muslimah Gaul, Cerdas, n' Syar'i
Pemateri: Indrayani, ST.
Peserta: 60 Muslimah Statistika (sebagian besar mhs baru)

Wednesday, November 23, 2011

HIJAB

Memperingati International Hijab and Solidarity Day (IHSD) 4 September
Lets get better moeslim with Hijab, Wanita adalah Inspirasi Bangsa…


HIJAB
MY RIGHT
MY CHOICE
MY LIFE

Coklat? Siapa sih yang gag suka? Apalagi bila dikemas dengan ice cream, snack atau permen, wuiihh.. yang batangan juga gag kalah enak lho, hehe…bagi sebagian kalangan, coklat dipakai sebagai tanda atau symbol untuk menyatakan cinta atau kasih sayang. Sama halnya dengan jilbab, jilbab (kain penutup kepala) dipakai sebagian kalangan muda hanya pada momen kerohanian. Padahal pemakaian jilbab out of the moment itu lebih baik lho…kalo masih ragu, kamu kudu baca dulu deh artikel ini. Ok, tetep stay chun yaa..


Wednesday, October 12, 2011

Bedah Buku "Jalan Cinta Para Pejuang"

Resume Materi Kajian Muslimah II
Tema : Bedah Buku "Jalan Cinta Para Pejuang"
Pemateri : Sari Noviana
Pelaksanaan : Jumat, 7 Oktober 2011 di WA 114 Teknik Kelautan

Berbicara masalah cinta, tentu ini adalah suatu hal yang menarik, karena cinta merupakan fithrah yang diberikan Allah kepada setiap manusia. Namun tak semua orang menginterpretasikan cinta secara benar.

Jalan cinta para pejuang, cinta yang bagaimanakah yang harus diperjuangkan?

Cinta, ada yang menggunakannya dalam hal kebaikan tapi ada pula yang menggunakannya dalam kejahatan. Di awal mula bab di buku ini dikisahkan tentang kisah romantika Layla Majnun dan Romeo Juliet. Kedua cerita tampak sangat mengharu biru, namun sejatinya sama-sama membawa pesan moral yang salah. Kenapa? Karena cintanya mereka perjuangkan dengan cara yang salah.

Jilbab? Gue Banget...

Resume Materi Kajian Muslimah I
Tema : Jilbab? Gue Banget...
Pemateri : Shakina Daulika P
Pelaksanaan : Jumat, 23 September 2011 di WA 114 Teknik Kelautan

Jilbab sangat penting bagi seorang muslimah, sesuai hadits riwayat Tirmidzi :"Perempuan itu adalah aurat, maka apabila ia keluar, dari rumahnya syetan pun berdiri tegak (dirangsang olehnya)". Dalam surat Al-A'raf ayat 26 pun Allah telah berfirman bahwa pakaian takwa itulah yang baik.

Pakaian yang bagaimanakah pakaian takwa itu? yaitu pakaian untuk menutupi aurat. Kemudian ditegaskan pula mengenai kewajiban bagi seorang muslimah untuk menutup aurat, tentu kita sudah hafal suratnya, ya QS. An-Nuur:31..

Keutamaan jilbab yang lain selain sebagai pakaian takwa bagi kita para muslimah yaitu jilbab merupakan identitas seorang wanita muslimah. Karena dengan pakaian inilah, kita mudah dikenali, sebagai seorang muslim.. dan wanita yang bisa menghargai kehormatan dirinya, akan dihargai pula oleh masyarakat,,

Wednesday, September 28, 2011

Be the Next Muslimah

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita, Auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita, Perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita, Saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita, Menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita, Perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita, Wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak, Terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita, Kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

Itu sebabnya, Mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA". Tapi, pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

Tuesday, September 13, 2011

Jilbab yang benar seperti apa ya?

Dilema Hijab

Oleh Andri


Hijab, jilbab kini tidak lagi menjadi dominasi ibu-ibu pengajian, aktivis kampus, dan gadis mungil yang sedang mengaji di surau. Ia telah bertransformasi masuk ke setiap celah aktivitas seorang Muslimah. Tidak sulit menemukan seorang wanita mengenakan jilbab atau yang mereka sebut jilbab. Mulai dari karyawan di kantor, atlet olahraga, hingga jurnalis dengan segala dinamikanya tidak ragu dan segan lagi untuk menunjukkan eksistensinya sebagai seorang Muslimah.

Jilbab yang diperintahkan oleh Allah dalam surat An-Nur sudah tidak lagi mendapatkan stereotip eksklusif dan kuno. Preseden seperti itu telah lama ditinggalkan dengan semakin bermunculannya komunitas hijab yang semakin mengukuhkan jilbab sebgai sebuah dimensi kebebasan seorang Muslimah.

Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…" (QS. An-Nur [24] : 31)

Tuesday, July 12, 2011

Bulan Sya'ban

CANTIK


Definisi cantik? Bisa beragam jawabannya, teringat masa SMA dulu temen-temen sering menyebutkan satu kalimat andalan, “ Cantik itu relatif, jelek itu mutlak!. ” apa yang anda pikirkan ketika mendengar atau ditanya tentang kata cantik? Nggak usah jauh-jauh untuk mencari jawabannya. Cukup nyalakan tombol power pada remote televisi dan anda akan menemukan banyak jawaban dari iklan, sinetron maupun acara televisi lainnya. Itulah masyarakat kita saat ini.
Cantik = kulit putih
Cantik = rambutnya panjang
Cantik = tidak ada jerawat di wajahnya
Cantik = banyak laki-laki yang tertarik
Cantik = baju dengan mode terbaru
Cantik = .... (Silahkan didefinisikan sendiri)
Masyarakat bentukan media, bagaimana tidak? Beberapa waktu lalu sempat mengunjungi salah satu mall saat acara jurusan, dan apa yang saya dapati di sana? Gadis-gadis seolah berlomba untuk memperlihatkan eksistensinya, dengan apa? Baju beraneka rupa yang tak lain dan tak bukan adalah baju-baju yang sering kita jumpai di televisi. Mulai dari model A-Z yang rata-rata memperlihatkan aurat dengan berbagai sisi. Sempat ngobrol ringan dengan salah satu kawan yang kebetulan sedang berjalan di samping saya.
“Ini kasihan laki-laki yang ngelihat ya?”
“Mbak-mbak nya juga kasihan, hal yang seharusnya ditutupi tapi malah diperlihatkan di depan orang banyak”
“kesimpulannya, sama-sama kasihan kalo kayak begini”

Maka pantas menurut sosiolog Akbar S. Ahmad (1997) bahwa media televisi di zaman modern telah menumbuhkan gejala pemujaan tubuh dan personifikasi gaya hidup baru. Televisi lewat berbagai menu acaranya telah membius remaja akan pentingnya penampilan tampak muda.
Hal yang menjadi PR bersama, pun saat sekarang kerudung bukan lagi hal yang aneh. Bukan lagi hal-hal yang patut untuk dicurigai seperti beberapa tahun lalu. Tapi, sudahkah kita mengenakan penutup aurat yang sesuai dengan syariat? Teringat di MA beberapa waktu lalu, ada salah seorang ikhwah yang nyeletuk, “bukan lagi saatnya mendata jilbab, tapi mendata rok”. Ya, saat kerudung sudah menjadi hal biasa bahkan tren, ada hal-hal yang patut disyukuri pastinya, tapi di sisi lain seolah ada sebuah paradigma yang belum bisa terpecahkan mengenai menutup aurat.
Apa yang menyebabkan makin maraknya tren mode yang dicontoh oleh sebagian besar pemuda-pemudi di negeri ini? Bukan hanya televisi saja yang berperan. Namun “rasa malu”.
“Jika Allah hendak menghancurkan suatu kaum (negeri), maka terlebih dahulu dilepaskannya rasa malu dari kaum itu”. (HR Bukhari dan Muslim)
“....Maka tak cukup hanya sekedar tahu atau berilmu, untuk malu seseorang mesti memiliki iman. Dengan iman, rasa malu akan terpelihara. Tanpa iman maka tak ada rasa malu....” (Kudung Gaul- Abu Al-Ghifari).
Seperti salah satu sifat nabi yang dijelasakan dalam Sirohnya.
“Nabi SAW adalah orang yang paling malu dan suka menundukkan mata”
Sebagai penutup, ada potongan syair dari Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah
“ Segala peristiwa berawal dari pandangan mata
Jilatan api bermula dari setitik bara
Berapa banyak pandangan yang membelah hati
Laksana anak panah yang melesat dari tali
Selagi manusia masih memiliki mata untuk memandang
Dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang
Senang di permulaan dan ada bahaya di kemudian hari
Tiada ucapan selamat datang dan ada bahaya saat kembali”
Ikhwahfillah, yuk berusaha berIslam secara menyeluruh. Bagi para muslimah, semua aturan yang telah ditetapkan oleh Allah sesungguhnya untuk menjaga kehormatan kita semua. Ya nggak? Coba bandingkan ketika kita berjalan dengan mengenakan baju yang menutup aurat dan ada seorang perempuan yang memakai baju dengan aurat yang terbuka. Siapa kira-kira yang menarik perhatian kebanyakan orang? Pasti sudah tau jawabanya. Ayok2 tunjukkan izzah sebagai seorang muslimah! Izzah seorang ummahat pembangun peradaban!
[imm]

IBU


Ibu, Aku Menyanyangimu karena Allah
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang
Nada-nada yang indah slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku tak kan jadi deritanya
Tangan halus dan suci tlah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup rela dia berikan

Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang
Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku
(Bunda – Melly Goeslaw)
Sebagian memanggilnya bunda, yang lain mama, mami, mother, okasan, dan lain-lain. Tapi aku memanggil wanita yang melahirkanku dengan sebutan ibu. Sebuah kata yang terdiri dari tiga huruf namun sangat berarti bagiku. Dan kuyakin berarti pula bagi semua orang.
Ibuku , seorang wanita yang selama delapan tahun ini bekerja di sebuah instansi pemerintah. Dengan kesibukannya mengurus beberapa permasalahan masyarakat dan administrasi, tepat dua tahun lalu diuji oleh Allah. Bapak sakit, dan memerlukan perawatan yang intensif. Selama beberapa hari beliau menemaninya di rumah sakit. Mengharuskannya cuti dari pekerjaannya di kantor.
Ternyata beberapa hari saja tak cukup, dokter memberikan beberapa pilihan pada bapak mengenai penyakitnya. Di tengah sakit yang cukup mengejutkan bagi keluarga maupun rekan kedua orang tuaku, ibuku tak pernah terlihat sedih dengan apa yang sedang dihadapi bapak. Kata ibu pada saudaraku,”Kalau saya ikut sedih, maka tak ada yang bisa menenangkan bapak. ” Itulah ibu dengan ketenangannya.

Sunday, June 19, 2011

Hukum Seputar Darah Wanita

Penulis: Ummu Hamzah
Muroja’ah: Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar

Pada tulisan yang telah lalu telah dibahas mengenai hal-hal yang diharomkan bagi wanita haid. Pada tulisan bagian kedua ini, akan dipaparkan tiga permasalahan penting terkait wanita haid, yaitu mengenai boleh tidaknya wanita haid masuk ke dalam masjid serta menyentuh dan membaca Al Qur’an.

Bolehkah seorang wanita yang sedang haid masuk dan duduk di dalam masjid ?

Sebagian ulama melarang seorang wanita masuk dan duduk di dalam masjid dengan dalil:

لاَأُحِلُّ الْمَسْجِدُ ِلحَائِضٍُ وَلا َجُنُبٍ

“Aku tidak menghalalkan masjid untuk wanita yang haidh dan orang yang junub.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud no.232, al Baihaqi II/442-443, dan lain-lain)

Akan tetapi hadits di atas merupakan hadits dho’if (lemah) meski memiliki beberapa syawahid (penguat) namun sanad-sanadnya lemah sehingga tidak bisa menguatkannya dan tidak dapat dijadikan hujjah.

Thursday, June 9, 2011

Fatimah Az-Zahra, Wanita Termulia Sepanjang Masa


Fatimah adalah putri yang paling dicintai Nabi Saw. sehingga beliau bersabda :"Fatimah adalah darah dagingku, siapa yang menyusahkannya juga menyusahkanku dan siapa yang mengganggunya juga menggangguku”.

Lahir pada hari Jum’at 20 Jumadil akhir tahun kelima sebelum Nabi Saw. menjadi Rasul. Fatimah putri kesayangan Nabi Saw. mendapat gelar Assidiqah (wanita terpercaya), Athahirah (wanita suci) al-Mubarakah (yang diberikahi Allah), al-Muhadatsah (Yang diajak bicara Jibril as), Al-Batuul, yaitu yang memusatkan perhatiannya pada ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlaq, adab, hasab dan nasab. Dia populer dengan sebutan Fatimah Azzahra (bunga yang mekar semerbak), sayyidatunnisa-i ahlil jannah (Penghulu para wanita di surga).

Lahir dan dibesarkan di bawah naungan wahyu Ilahi yang diterima oleh ayahandanya Muhammad Saw. Fatimah dibesarkan ditengah atmosfir keluarga suci. Ayahnya adalah manusia termulia dan Ibunya adalah bangsawan terhormat, istri tercinta Nabi, Khadijah al-Kubro. Fatimah kecil tumbuh bersama ayahnya yang mulai menyebarkan Islam. Sebagai anak yang lekat dengan ayahnya, Fatimah menyaksikan sendiri betapa halangan dan ancaman selalu menerpa ayahnya. Pernah suatu ketika Nabi Saw. dihina, dicaci-maki. Tidak hanya itu, orang-orang kafir melumuri tubuh suci Nabi dengan najis binatang ketika Nabi S.a.w. sedang sujud, menyembah Allah Swt. Dalam tangis penuh kesedihan, fatimah kecil membersihkan tubuh mulia ayahnya dari kotoran yang taburkan oleh kaum Quraish.

Sepeninggal isteri terkasih, Khadijah al-kubro, perlakuan kaum kafir semakin menjadi. Sungguh bagaimanapun, Khadijah adalah salah seorang pelindung Nabi. Belum lagi ketika paman Nabi Saw Abu Thalib bin Abdul Mutholib juga meninggal, duka Nabi semakin memuncak. Inilah tahun kesedihan (yaumul huzn). Kaum kafir semakin mencengkeram, membabi buta menyerang Nabi. Tetapi dalam masa duka tersebut, tumbuh sekuntum bunga nan suci, penuh aroma surgawi menenteramkan hati Nabi Saw. Gadis kecil belia kecintaan Muhammad Saw, setiap kali sang ayah dalam duka, dialah penghibur dan pelipur lara. Dialah yang menggantikan peran Ibunya, kasihnya mengalir dalam derai air mata dikala sang ayah diperlakukan tidak manusiawi oleh kaum kafir. Fatimah-lah yang kemudian dalam sejarah oleh Nabi Saw dijuluki Ummu Abiiha (Ibu dari ayahnya).

Allah Swt. selalu meridhoinya. Dia telah memenuhi pendengaran, mata, hati dan jiwanya dengan kesempurnaan. Fatimah adalah orang yang paling erat hubungannya dengan Nabi Saw. dan paling menyayanginya. Ketika Nabi Saw. terluka dalam Perang Uhud, dia keluar bersama wanita-wanita dari Madinah menyambutnya agar hatinya tenang. Ketika melihat luka-lukanya, Fatimah langsung memeluknya. Dia mengusap darah darinya, kemudian mengambil air dan membasuh mukanya.

Cinta Nabi Saw untuk Putri Terkasih

Nabi Muhammad Saw begitu mencintai Fatimah. Tidak ada di jagad ini yang lebih beliau cintai ketimbang Fatimah. Setiap kali Rasulullah Saw hendak mengadakan perjalanan, rumah terakhir yang beliau pamiti adalah rumah Fatimah. Dan ketika al-Musthafa pulang dari perjalanan ke manapun, rumah pertama yang beliau datangi adalah rumah Fatimah. Fatimah betul-betul buah cinta Nabi, belahan jiwanya dan Nabi tak pernah sanggup untuk berpisah dengan putri tercintanya. Setiap kali Datang Fatimah dalam kondisi apapun, Nabi selalu menyambutnya, menciumnya dan mendudukkannya di tempat yang mulia.

Imam Muslim menceritakan kepada kita tentang keutamaan-keutamaannya dan meriwayatkan dari Aisyah'' r.a. dia berkata : "Pernah isteri-isteri Nabi SAW berkumpul di tempat Nabi SAW. Lalu datang Fatimah r.a. sambil berjalan, sedang jalannya mirip dengan jalan Rasulullah SAW. Ketika Nabi SAW melihatnya, beliau menyambutnya seraya berkata :"Selamat datang, puteriku." Kemudian beliau mendudukkannya di sebelah kanan atau kirinya. Lalu dia berbisik kepadanya. Maka Fatimah menangis dengan suara keras. Ketika melihat kesedihannya, Nabi SAW berbisik kepadanya untuk kedua kalinya, maka Fatimah tersenyum. Setelah itu aku berkata kepada Fatimah :Rasulullah SAW telah berbisik kepadamu secara khusus di antara isteri-isterinya, kemudian engkau menangis!" Ketika Nabi Saw. pergi, aku bertanya kepadanya :"Apa yang dikatakan Rasulullah Saw. kepadamu ?" Fatimah menjawab :"Aku tidak akan menyiarkan rahasia Rasul Allah Saw." Aisyah berkata :"Ketika Rasulullah Saw. wafat, aku berkata kepadanya :"Aku mohon kepadamu demi hakku yang ada padamu, ceritakanlah kepadaku apa yang dikatakan Rasulullah Saw. kepadamu itu ?" Fatimah pun menjawab :"Adapun sekarang, maka baiklah. Ketika berbisik pertama kali kepadaku, beliau engabarkan kepadaku bahwa Jibril biasanya memeriksa bacaannya terhadap Al Qur''an sekali dalam setahun, dan sekarang dia memerika bacaannya dua kali. Maka, kulihat ajalku sudah dekat. Takutlah kepada Allah dan sabarlah. Aku adalah sebaik-baik orang yang mendahuluimu." Fatimah berkata :"Maka aku pun menangis sebagaimana yang engkau lihat itu. Ketika melihat kesedihanku, beliau berbisik lagi kepadaku, dan berkata :"Wahai, Fatimah, tidakkah engkau senang menjadi pemimpin wanita-wanita kaum Mukmin atau ummat ini ?" Fatimah berkata : "Maka aku pun tertawa seperti yang engkau lihat."

Sesungguhnya dia adalah pemimpin wanita dunia dan penghulu wanita penghuni syurga, puteri kekasih Robbil’alamiin, dan ibu dari Al-Hasan dan Al-Husein. Az-Zubair bin Bukar berkata :"Keturunan Zainab telah tiada dan telah sah riwayat, bahwa Rasulullah SAW menyelimuti Fatimah dan suaminya serta kedua puteranya dengan pakaian seraya berkata : "Ya, Allah, mereka ini adalah ahli baitku. Maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya." [Siyar A'laamin Nubala', juz 2, halaman 88]

Inilah Fatimah binti Muhammad SAW yang melayani diri sendiri dan menanggung berbagai beban rumahnya. Thabrani menceritakan, bahwa ketika kaum Musyrikin telah meninggalkan medan perang Uhud, wanita-wanita sahabah keluar untuk memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin. Di antara mereka yang keluar terdapat Fatimah. Ketika bertemu Nabi SAW, Fatimah memeluk dan mencuci luka-lukanya dengan air, sehingga darah semakin banyak yang keluar. Tatkala Fatimah melihat hal itu, dia mengambil sepotong tikar, lalu membakar dan membubuhkannya pada luka itu sehingga melekat dan darahnya berhenti keluar." (HR. Syaikha dan Tirmidzi).

Inilah dia, Fatimah Az-Zahra''. Dia hidup dalam kesulitan, tetapi mulia dan terhormat. Dia telah menggiling gandum dengan alat penggiling hingga berbekas pada tangannya. Dia mengangkut air dengan qirbah hingga berbekas pada dadanya. Dan dia menyapu rumahnya hingg berdebu bajunya. Ali r.a. telah membantunya dengan melakukan pekerjaan di luar. Dia berkata kepada ibunya, Fatimah binti Asad bin Hasyim :"Bantulah pekerjaan puteri Rasulullah SAW di luar dan mengambil air, sedangkan dia akan mencukupimu bekerja di dalam rumah : yaitu membuat adonan tepung, membuat roti dan menggiling gandum."

Tatkala suaminya, Ali, mengetahui banyak hamba sahaya telah datang kepada Nabi Saw, Ali berkata kepada Fatimah, "Alangkah baiknya bila engkau pergi kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya." Kemudian Fatimah datang kepada Nabi SAW. Maka beliau bertanya kepadanya :"Apa sebabnya engkau datang, wahai anakku ?" Fatimah menjawab :"Aku datang untuk memberi salam kepadamu." Fatimah merasa malu untuk meminta kepadanya, lalu pulang. Keesokan harinya, Nabi SAW datang kepadanya, lalu bertanya : "Apakah keperluanmu ?" Fatimah diam.
Ali r.a. lalu berkata :"Aku akan menceritakannya kepada Anda, wahai Rasululllah. Fatimah menggiling gandum dengan alat penggiling hingga melecetkan tangannya dan mengangkut qirbah berisi air hingga berbekas di dadanya. Ketika hamba sahaya datang kepada Anda, aku menyuruhnya agar menemui dan meminta pelayan dari Anda, yang bisa membantunya guna meringankan bebannya."

Kemudian Nabi SAW bersabda :"Demi Allah, aku tidak akan memberikan pelayan kepada kamu berdua, sementara aku biarkan perut penghuni Shuffah merasakan kelaparan. Aku tidak punya uang untuk nafkah mereka, tetapi aku jual hamba sahaya itu dan uangnya aku gunakan untuk nafkah mereka."

Maka kedua orang itu pulang. Kemudian Nabi SAW datang kepada mereka ketika keduanya telah memasuki selimutnya. Apabila keduanya menutupi kepala, tampak kaki-kaki mereka, dan apabila menuti kaki, tampak kepala-kepala mereka. Kemudian mereka berdiri. Nabi SAW ... berdiri. Nabi SAW bersabda :"Tetaplah di tempat tidur kalian. Maukah kuberitahukan kepada kalian yang lebih baik daripada apa yang kalian minta dariku ?" Keduanya menjawab :"Iya." Nabi SAW bersabda: "Kata-kata yang diajarkan Jibril kepadaku, yaitu hendaklah kalian mengucapkan : Subhanallah setiap selesai shalat 10 kali, Alhamdulillaah 10 kali dan Allahu Akbar 10 kali. Apabila kalian hendak tidur, ucapkan Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan takbir (Allahu akbar) 33 kali."

Hidup zuhud dan tekun beribadah adalah sifat yang dimiliki Fatimah Azzahra. Beliau menghayati hubungan yang ikhlas dengan Allah s.w.t. Sifat mulia yang dimilikinya sebagaimana telah diceritakan oleh Asma binti Umais, “Pada suatu hari aku berada dirumah Siti Fatimah Azzahra.Tiba-tiba ketika itu Rasulallah s.a.w. datang ke rumah Siti Fatimah. Ketika itu Sitti Fatimah memakai seuntai kalung emas pemberian suaminya Imam Ali bin Abi Thalib k.w. Ketika Rasulullah melihat kalung itu, lalu Nabi s.a.w.bersabda, “Hai anakku apakah engkau bangga disebut orang sebagai putri Muhammad, sedangkan engkau sendiri memakai jaababirah ? “(perhiasan yang biasa dipakai oleh putri bangsawan). Ketika itu juga Siti Fatimah melepaskan kalungnya itu, dan menjualnya. Hasil dari harga kalung tersebut Siti Fatimah membeli seorang hamba dan hamba tersebut dimerdekakan. Ketika Rasulallah s.a.w mendengar berita tersebut Nabi s.a.w. amat bergembira dan mendo’akan Fatimah sekeluarga.

Itulah Sayyidah Fatimah Azzahra, wanita termulia sepanjang jaman. Dia adalah hasil pendidikan sempurna madrasah Rasulullah Saw. Tidak ada orang yang sangat mirip jalan, cara bicara, akhlak dan kemuliaanya dengan rasulullah Saw selain Fatimah. Fatimah adalah sosok sempurna, cerdas, sederhana, berakhlak mulia dan dibebaskan dari segala dosa. Maka tidak heran kalau Rasul saw bersabda: “Allah ridha dengan keridhaan Fatimah dan marah karena kemarahannya,” . (Al-Hadits).

Wednesday, June 8, 2011

Puteriku Sayang


Lagu yang begitu lembut, teruntuk puteri-puteri Sholihah. Mengalir tulus dari Hijjaz. Yuk, diresapi bareng-bareng,,,, ^_^

Lembut mu tak bererti kau mudah dijual beli
Kau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti
Lembut bukan hiasan bukan jua kebanggaan
Tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati

Disebalik bersih wajah mu disebalik tabir diri mu
Ada rahsia agung tersembunyi dalam diri
Itulah sekeping hati yang takut pada ilahi
Berpegang pada janji mengabdikan diri

Malu mu mahkota yang tidak perlukan singgahsana
Tapi ia berkuasa menjaga diri dan nama
Tiada siapa yang akan boleh merampasnya
Melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri

Ketegasan mu umpama benteng negara dan agama
Dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya
Wahai puteriku sayang kau bunga terpelihara
Mahligai syurga itulah tempatnya

Monday, June 6, 2011

Kata mereka tentang "Wanita"

Wanita... entah apa yang membuatnya begitu menyita kata. Pujangga meneteskan ribuan tinta untuk wanita. Memuji dan mengaguminya bagai Insan istimewa. Sedikit rangkuman sanjungan para Munsyid kepada wanita, cekidot,,,




Sedarilah insan istimewa
Bahawa kelembutan bukan kelemahan
Bukan jua penghinaan dari Tuhan
Bahkan sebagai hiasan kecantikan (De hearty)

Wanita adalah tiang negeri
Baik wanita selamatlah negeri
Bicara wanita bicara akhlaq
Mudah dikata sukar dikerja (Arrojji)

Sebutir permata di perlubukan
Memancar sinaran di kegelapan
Biarpun tersimpan dalam lumpur
Serimu takkan luntur

Terlukis di wajah keriangan
Tergambar sebuah ketenangan
Namun tak siapa yang mengerti
Rahsia dalam hati (Durani)

Engkau penyejuk hati
Engkau penentram jiwa
disetiap langkah yang kujalani
Memberi kebahagian dengan iman dan kasih sayang
Kupanjatkan syukur padaMu ya Allah

Engkau permata hati
Engkau pelipur lara
kau sejukkan jiwa yang dahaga
Memberi kedamaian disaat hati terlena
terpadaya bisikan nafsu dunia (El Bihar Voice)

Bersamamu kebenaran
Dihiasi kasih sayang
Tidak tergambar indah akhlakmu
Wangian syurga namamu
Kami seru tanda rindu
Engkau wanita ibu sejati (Far East)

Puteriku,
Kaulah cahaya menemani hidupku,
Ingin ku susuli kedewasaan,
Sebagai wanita yang berjiwa mulia,
Beriman bertaqwa,
Wahai puteriku. (Feelheart)

Engkau sinaran wanita sealam
Engkau cahaya di kegelapan
Kau pembela di zaman penentangan
Korbankan harta dan jiwa
Demi agama Islam (Hawari)

Wanita tiang negara
Taatkan perintah Allah
Lemah lembutmu indah
Bicaramu penuh hikmah
Akhlak mu harta berharga
Kasih sayangmu penyeri
Hadirmu merubah suasana
Hidup ceria dan harmoni (Huda)

Mujahidah sejati akhirat utama
Kerana dunia bukan pilihannya
Mujahidah sejati hatinya berbeza
Kerana diasuh iman dan taqwa

Mujahidah sejati
Berbekal al-quran dan as-sunnah
Bersulam pengorbanan
Bisa menggegarkan isi dunia (Nahwan Nur)

Wanita sejati penuh dengan inspirasi
Laksana Khadijah dibayangi Rasulullah
Wanita idaman penuh dengan kecintaan
Umpama Aisyah menjadi tonggak kekuatan (R-iF)

Duhai Annisa kau cantik jelita
Lirikan matamu memandang
Aduhai mempesona (Restu Bumi)

Tinggi pekerti darjat kemuliaan
Kekuatan iman tunggak jati diri
Tidak terhakis iman di dada
Walau nyawa menjadi taruhan (Saff one)

Aurat ditutup demi kehormatan
Kitab al Qur'an didaulahkan
Suami mereka ditaatinya
Akhlak mulia yang ia hadirkan

Karena iman dan juga Islam
Telah menjadi keyakinan
Jiwa raga mampu di korbankan
Harta kemewahan dileburkan (The Fikr)

Sentuhan kasih sayangmu
Menenangkan gelora hati
Mendamaikan jiwaku ini
Menyerikan sanubari

Duhai bonda
Kaulah segalanya
Insan yang paling istimewa
Permata berharga keluarga
Ku doakan dirimu bahgia. (Wildan)



Nah kawan, mereka hanya sebagian orang yang menaruh harapan dan penghormatan yang begitu besar kepada kita, kaum Hawa. Masih ada ribuan bahkan jutaan manusia lain yang mengakui kehebatan tulang rusuk Adam. Akankah kita biarkan semua itu sebatas hayalan?? I'm sure No,,, So, mari bersama-sama kita wujudkan mimpi mereka. PUSH ITS (Putri Sholihah Intelek, Tangguh, Sholihah) bukan sekedar mimpi!!!

Tuesday, January 4, 2011

Ibu: Lautan Cinta, Madrasah Agung Peradaban

Pelupuk matanya kian dalam termakan usia, namun hatinya yang tegar tak pernah luput panjatkan doa buat anak-anaknya. Ibu…dari tangannya-lah lahir generasi-generasi pelanjut dan pelaku peradaban. Kalaulah ibuku tak setangguh Asma’ ketika memanjat tebing yang curam untuk mengantar makanan bagi Rasulullah, ataupun tak secerdas Aisyah dalam ilmu pengetahuan, atau bahkan tak memiliki apa-apa sebagaimana yang dimiliki Khadijah… namun setiap ibu mempunyai satu permata istimewa yang tidak akan pernah lapuk oleh masa, yaitu kasih sayang yang tiada tepi. Dalam buaiannya kita aman, nasihatnya menjadi pelipur lara, dan ibu senantiasa meniupkan bara semangat bagi anak-anaknya. Berharap agar kelak anaknya tidak seperti dirinya, anaknya jauh lebih baik dari dirinya. Dalam keterbatasan, seorang ibu akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa kelak ia akan menikmati kesuksesan buah hatinya. Pintanya hanya satu, anaknya tak melupakan dirinya saat usia senja. Pengorbanannya tak menuntut balasan, semata karena rahmat-Nya lah yang dicari… Ibu yang pertama kali menitikkan air mata kala kesulitan dialami oleh putra-putrinya. Semangatnya menembus batas kekuatan fisiknya, demi kebahagiaan putra-putrinya. Ibu.. benarlah pepatah yang menyebutkan bahwa "Wanita itu tiang negara, apabila wanita itu baik maka baiklah negara itu dan apabila wanita itu rusak, maka rusaklah negara itu." Karena madrasah pertama bagi anak itu ada di tangan seorang ibu. Dengan pendidikan yang baik dari seorang ibu, insya Allah akan lahir generasi-generasi rabbani yang siap membentuk peradaban yang baik dan menjadi pelaku sejarah. Pendidikan yang dimulai dari lingkup terkecil, keluarga. Sehingga nilai-nilai baik dari pendidikan dalam keluarga dapat sang anak terapkan ke lingkungan yang lebih luas seperti sekolah, masyarakat dan Negara. “Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang.” (Al-Isra’:23)